![]() |
| Waspada! Google Chrome Diam-Diam Simpan File AI 4GB di PC Kamu Tanpa Izin - Ini Cara Mengecek dan Menghapusnya |
Sobat pengajar, pernahkah kalian merasa penyimpanan PC atau laptop tiba-tiba berkurang drastis padahal tidak merasa menginstal aplikasi baru apa pun? Kalau iya, ada kemungkinan besar Google Chrome-lah yang menjadi "pelakunya."
Di awal Mei 2026 ini, sebuah temuan mengejutkan dari seorang peneliti keamanan siber berhasil mengguncang dunia teknologi: Google Chrome secara diam-diam mengunduh dan menyimpan file model AI berukuran hingga 4 GB ke dalam perangkat pengguna, tanpa meminta izin terlebih dahulu. Isu tentang Google Chrome simpan file AI tanpa izin ini langsung viral dan menjadi salah satu topik paling hangat diperbincangkan di komunitas teknologi global.
Siapa yang Pertama Menemukan Ini?
Temuan ini pertama kali dilaporkan secara forensik oleh Alexander Hanff, seorang peneliti privasi dan keamanan siber yang dikenal dengan nama "That Privacy Guy." Hanff sedang menjalankan audit privasi otomatis menggunakan Chrome DevTools Protocol ketika ia menemukan sesuatu yang mencurigakan.
Pada 24 April 2026, sebuah profil Chrome yang bahkan tidak pernah sekalipun disentuh oleh manusia, hanya digunakan oleh skrip audit otomatis, tiba-tiba memiliki folder berukuran 4 GB yang muncul begitu saja di dalam direktori data Chrome.
Folder itu bernama OptGuideOnDeviceModel, dan di dalamnya terdapat sebuah file utama bernama weights.bin, file bobot (weight) untuk model AI bernama Gemini Nano, yaitu versi paling ringan dari model bahasa besar (LLM) milik Google yang dirancang untuk berjalan langsung di perangkat pengguna.
Yang paling mengejutkan dari temuan Hanff: proses unduhan ini berlangsung hanya dalam 14 menit 28 detik, sepenuhnya di latar belakang, tanpa notifikasi apa pun kepada pengguna.
Apa Itu Gemini Nano dan Kenapa Google Memasangnya?
Gemini Nano adalah anggota terkecil dari keluarga model AI Gemini milik Google. Berbeda dengan model Gemini yang lebih besar yang berjalan di server cloud, Gemini Nano didesain khusus agar bisa beroperasi langsung di perangkat lokal, baik PC, laptop, maupun ponsel.
Menurut juru bicara Google yang dikonfirmasi kepada media teknologi Gizmodo, tujuan pemasangan model ini sebenarnya cukup mulia: "Gemini Nano digunakan untuk kemampuan keamanan penting seperti deteksi penipuan (scam detection) dan API pengembang, tanpa mengirimkan data kalian ke cloud."
Artinya, secara teknis, model ini hadir untuk melindungi pengguna. Fitur seperti deteksi pesan scam di Chrome, terjemahan simultan, dan proteksi malware berbasis AI semuanya memanfaatkan Gemini Nano agar bisa bekerja secara offline dan lebih cepat.
Namun masalahnya bukan pada fungsinya, masalahnya ada pada cara Google melakukannya tanpa sepengetahuan dan persetujuan eksplisit dari pengguna.
Ini yang Membuat Pengguna Marah
Sobat pengajar bayangkan begini, seseorang masuk ke rumah kalian, mengambil 4 GB dari lemari penyimpanan kalian, menaruh sesuatu di sana, dan pergi begitu saja. Ketika kalian tahu dan mencoba menghapusnya, besok paginya benda itu sudah ada lagi di tempat yang sama. Itulah yang kira-kira terjadi dalam kasus ini.
Berikut poin-poin yang paling kontroversial dari temuan ini:
- Tidak Ada Notifikasi, Tidak Ada Persetujuan Chrome tidak menampilkan pop-up, tidak ada permintaan izin, dan tidak ada opsi opt-out yang terlihat jelas sebelum proses pengunduhan terjadi. Model AI ini langsung diinstal begitu perangkat pengguna dianggap memenuhi syarat minimum hardware oleh Chrome.
- Reinstall Otomatis Jika Dihapus Ini yang paling bikin frustrasi. Kalau kalian berhasil menemukan dan menghapus file tersebut secara manual, Chrome akan mengunduhnya kembali secara otomatis setiap kali browser dibuka ulang.
- Chrome Membaca Spesifikasi Hardware Tanpa Bilang Sebelum memutuskan untuk mengunduh model ini, Chrome terlebih dahulu "membaca" konfigurasi GPU dan total memori perangkat kalian untuk menentukan apakah perangkat tersebut "layak" menerima model AI ini. Ini artinya Chrome secara aktif mengumpulkan informasi teknis perangkat kalian, sebuah tindakan yang, menurut sejumlah pakar hukum, bisa masuk kategori pelanggaran privasi.
- Tombol "Nonaktifkan" Baru Diluncurkan Februari 2026 Google sendiri mengakui bahwa fitur untuk menonaktifkan dan menghapus model ini baru mulai digulirkan pada Februari 2026, artinya selama ini, pengguna tidak punya cara mudah untuk menolaknya.
Berapa Besar Dampaknya?
Temuan Hanff ini bukan sekadar masalah satu atau dua pengguna. Google Chrome adalah browser paling populer di dunia dengan lebih dari 3 miliar pengguna aktif. Bayangkan berapa total kapasitas penyimpanan global yang "diambil" tanpa izin oleh file AI ini, belum lagi dampak penggunaan bandwidth internet saat proses unduhan berlangsung di latar belakang.
Peneliti juga menyoroti dampak lingkungan dari proses ini. Jika miliaran perangkat di seluruh dunia mengunduh file 4 GB ini, jumlah listrik yang terbuang untuk proses tersebut bisa mencapai angka yang sangat signifikan, ribuan kilowatt-hour energi yang terbuang sia-sia hanya untuk menyimpan model AI yang sebagian besar pengguna bahkan tidak tahu keberadaannya.
Dari sisi hukum, para pakar privasi di Eropa menilai praktik ini berpotensi melanggar GDPR (General Data Protection Regulation), regulasi perlindungan data paling ketat di dunia. Jika terbukti melanggar, Google bisa dikenai denda hingga 4% dari total pendapatan tahunan global, yang berdasarkan keuangan Alphabet tahun 2025 bisa mencapai sekitar €11 miliar.
Cara Mengecek Apakah File AI Ini Ada di PC Kamu
Sobat pengajar, jangan panik dulu. Yang paling penting sekarang adalah mengetahui apakah file ini sudah ada di perangkat kalian atau belum. Caranya mudah:
Langkah 1: Cek Melalui Chrome Internal Page
- Buka Google Chrome seperti biasa
- Di address bar (kolom URL), ketikkan:
chrome://on-device-internals
- Tekan Enter
- Halaman ini akan menampilkan informasi model AI yang tersimpan di perangkat kalian, termasuk versinya dan seberapa besar ruang yang digunakan
- Kalau kalian melihat model aktif di sana, berarti Gemini Nano memang sudah ada di perangkat kalian.
Langkah 2: Cek Langsung di Folder Chrome (Opsional)
- Untuk pengguna Windows, file ini biasanya tersimpan di:
C:\Users\[NamaUser]\AppData\Local\Google\Chrome\User Data\OptGuideOnDeviceModel
- Untuk pengguna macOS, lokasinya ada di:
~/Library/Application Support/Google/Chrome/[NamaProfil]/OptGuideOnDeviceModel
- Cari file bernama weights.bin itu adalah file utama yang berukuran besar.
Cara Menonaktifkan dan Menghapus File AI Chrome
Setelah memastikan file itu ada, berikut cara resmi untuk menonaktifkan dan menghapus Gemini Nano dari Chrome:
Metode 1: Melalui Pengaturan Chrome
- Buka Google Chrome
- Klik ikon titik tiga (⋮) di pojok kanan atas
- Pilih "Setelan" atau "Settings"
- Di kolom pencarian ketik: "AI" atau "On-device"
- Temukan opsi "Use AI features in Chrome" atau "AI features"
- Matikan toggle / geser ke posisi off
- Cari juga opsi "Delete on-device AI model" dan klik tombol tersebut
- Restart Chrome
Metode 2: Melalui Chrome Flags
- Ketik chrome://flags di address bar
- Cari flag bernama OnDeviceModelBackgroundDownload
- Ubah statusnya dari "Default" atau "Enabled" menjadi "Disabled"
- Klik "Relaunch" untuk me-restart Chrome
Catatan Penting: Menonaktifkan Gemini Nano akan mematikan beberapa fitur keamanan berbasis AI di Chrome, seperti deteksi scam otomatis dan beberapa fitur terjemahan. Pertimbangkan pilihan ini sesuai kebutuhan kalian.
Metode 3: Hapus Manual + Blokir Melalui Pengaturan
Untuk memastikan file tidak kembali diunduh:
- Matikan fitur AI melalui Pengaturan (seperti Metode 1)
- Tutup Chrome sepenuhnya (pastikan tidak berjalan di background)
- Navigasi ke folder OptGuideOnDeviceModel sesuai lokasi di atas
- Hapus seluruh isi folder tersebut
- Buka kembali Chrome, dengan setting dinonaktifkan, file seharusnya tidak akan diunduh ulang
Apa Kata Google Soal Ini?
Merespons kontroversi ini, Google menyatakan bahwa mereka sudah menyediakan opsi untuk mematikan fitur tersebut sejak Februari 2026, dan model Gemini Nano akan otomatis dihapus jika perangkat kekurangan ruang penyimpanan. Google juga berdalih bahwa ketentuan layanan mereka sudah mencakup klausul tentang pembaruan dan penambahan fitur secara otomatis.
Namun bagi banyak pengguna dan pakar privasi, jawaban itu tidak cukup memuaskan. Klausul dalam syarat & ketentuan yang panjang dan teknis bukanlah "persetujuan" yang sesungguhnya. Pengguna awam tidak membaca terms of service sehalaman penuh hanya untuk tahu bahwa browser mereka akan mengunduh model AI sebesar 4 GB.
Tips Menjaga Privasi dan Penyimpanan PC Kamu
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi kita semua. Di era AI yang berkembang pesat seperti sekarang, aplikasi-aplikasi besar semakin agresif dalam memanfaatkan perangkat pengguna untuk kepentingan mereka. Berikut beberapa tips praktis yang bisa kalian terapkan:
- Rutin cek penggunaan storage melalui File Explorer (Windows) atau Finder (Mac) untuk mendeteksi folder-folder mencurigakan
- Pantau pengaturan AI di semua aplikasi, tidak hanya Chrome, tapi juga browser dan aplikasi lain yang mengklaim menggunakan AI lokal
- Aktifkan notifikasi penggunaan data di sistem operasi kalian agar lebih mudah mendeteksi aktivitas unduhan yang tidak biasa
- Pertimbangkan browser alternatif seperti Firefox atau Brave jika privasi adalah prioritas utama kalian
- Selalu perbarui sistem operasi agar mendapat fitur kontrol privasi terbaru
Sobat pengajar, kasus Google Chrome diam-diam mengunduh file AI 4GB ini adalah cerminan nyata dari tantangan privasi digital yang kita hadapi di era kecerdasan buatan. Di satu sisi, teknologi seperti Gemini Nano memang bertujuan meningkatkan keamanan dan kenyamanan browsing. Namun di sisi lain, cara Google melakukannya, tanpa transparansi, tanpa izin eksplisit, dan dengan mekanisme reinstall otomatis, jelas melampaui batas kepercayaan pengguna.
Yang bisa kalian lakukan sekarang adalah segera cek perangkat kalian melalui chrome://on-device-internals, dan ikuti langkah-langkah di atas untuk menonaktifkan fitur ini jika kalian merasa tidak nyaman. Ingat, di dunia digital, privasi adalah hak, bukan privilege.
Bagikan artikel ini kepada teman dan keluarga kalian agar mereka juga tahu dan bisa mengambil tindakan yang tepat. Karena di era AI on-device, Gemini Nano Chrome, cara hapus file AI Google, dan isu privasi Google Chrome 2026 seperti sekarang, satu-satunya pertahanan terbaik adalah pengetahuan dan kesadaran digital yang kuat.
Sumber: Gizmodo, Tom's Hardware, PCWorld, CyberNews, Medium (Alexander Hanff / That Privacy Guy), Mei 2026
Tag: Google Chrome AI, Gemini Nano, file AI 4GB, OptGuideOnDeviceModel, cara hapus AI Chrome, privasi Google 2026, keamanan digital, Chrome tanpa izin, on-device AI, tips teknologi Indonesia

