PISA 2025: Finlandia Tak Lagi di Puncak, China Justru Makin Perkasa

Selama bertahun-tahun, nama Finlandia selalu muncul ketika kita membicarakan pendidikan terbaik di dunia. Sistem pendidikannya sering dijadikan contoh karena dianggap mampu menciptakan pembelajaran yang berkualitas tanpa terlalu membebani siswa. Namun, hasil tes pendidikan terbaru mulai menunjukkan perubahan menarik.
PISA 2025 Finlandia Tak Lagi di Puncak, China Justru Makin Perkasa - www.pengajarpedia.com
PISA 2025 Finlandia Tak Lagi di Puncak, China Justru Makin Perkasa

Hasil PISA 202 yang dirilis Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 8 September 2026 memperlihatkan bahwa peta prestasi pendidikan dunia terus berubah. Finlandia masih termasuk negara dengan performa pendidikan yang baik, tetapi tidak lagi berada di posisi yang selama ini melekat dengan reputasinya. Di sisi lain, wilayah China yang mengikuti PISA justru menunjukkan performa yang sangat kuat.

Finlandia Tak Lagi Mendominasi

Sobat pengajar mungkin masih ingat bagaimana Finlandia sering disebut sebagai salah satu kiblat pendidikan dunia. Negara di Eropa Utara ini terkenal dengan pendekatan pembelajaran yang relatif santai, kepercayaan terhadap guru, serta perhatian terhadap kesejahteraan siswa.

Namun, hasil PISA 2025 memberikan gambaran yang berbeda.

Dalam bidang sains, Finlandia memperoleh skor 504 poin. Angka tersebut memang masih berada di atas rata-rata OECD, tetapi jaraknya dengan wilayah-wilayah yang berada di posisi teratas cukup besar.

Artinya, Finlandia bukan tiba-tiba berubah menjadi negara dengan sistem pendidikan yang buruk. Justru sebaliknya, performanya masih tergolong kuat. Hanya saja, negara dan wilayah lain berkembang lebih cepat sehingga posisi Finlandia tidak lagi sedominan masa lalu.

Hal inilah yang membuat hasil tes pendidikan terbaru menjadi menarik untuk diperhatikan.

China Tampil Perkasa dalam PISA 2025

Salah satu kejutan terbesar datang dari China.

Dalam PISA, wilayah China yang mengikuti asesmen tidak mewakili seluruh wilayah negara tersebut. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian adalah B-S-J-Z, yaitu Beijing, Shanghai, Jiangsu, dan Zhejiang.

Dalam hasil PISA 2025 bidang sains, kelompok wilayah tersebut mencatat skor 597 poin. Angka ini jauh di atas rata-rata OECD yang berada di 482 poin.

Performa tersebut menunjukkan betapa kuatnya capaian akademik siswa di wilayah-wilayah tersebut.

Mengapa China Bisa Unggul?

Pertanyaan berikutnya tentu menarik mengapa siswa di wilayah China mampu memperoleh hasil PISA yang sangat tinggi?

Tidak ada satu jawaban sederhana. Prestasi pendidikan biasanya dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kualitas guru, budaya belajar, dukungan keluarga, kebijakan pemerintah, fasilitas pendidikan, hingga lingkungan sosial.

Wilayah seperti Shanghai selama bertahun-tahun memang dikenal memiliki sistem pendidikan dengan tuntutan akademik yang tinggi. Siswa terbiasa menghadapi pembelajaran yang intensif dan kompetitif.

Namun, ada sisi lain yang juga perlu diperhatikan.

Skor akademik yang tinggi tidak otomatis berarti seluruh aspek pendidikan suatu negara lebih baik. Pendidikan juga berbicara tentang kreativitas, kesehatan mental, pemerataan kesempatan, kemampuan sosial, karakter, dan kesiapan siswa menghadapi perubahan dunia.

Karena itu, hasil PISA 2025 sebaiknya dipandang sebagai salah satu indikator untuk melihat kualitas pembelajaran, bukan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan pendidikan.

Finlandia Masih Punya Banyak Kekuatan

Jangan sampai muncul anggapan bahwa Finlandia sudah “kalah” dan tidak layak lagi dijadikan contoh.

Finlandia tetap memiliki sejumlah keunggulan. OECD mencatat bahwa masyarakat Finlandia memiliki tingkat literasi dan kemampuan numerasi orang dewasa yang sangat tinggi. Dalam survei keterampilan orang dewasa OECD, skor literasi rata-rata Finlandia mencapai 297 poin, dibandingkan rata-rata OECD sebesar 259 poin.

Jadi, perubahan posisi dalam PISA tidak berarti seluruh sistem pendidikan Finlandia mengalami kegagalan. Justru dari sini kita bisa melihat satu hal penting,yaitu tidak ada sistem pendidikan yang selamanya berada di puncak.

Negara yang pernah menjadi contoh dunia pun harus terus beradaptasi.

Peta Pendidikan Dunia Sedang Berubah

Hasil PISA terbaru juga memperlihatkan bahwa persaingan pendidikan semakin menarik.

Selain China, negara-negara dan wilayah di Asia Timur seperti Singapura, Jepang, Korea, serta Chinese Taipei juga menunjukkan performa kuat dalam berbagai bidang.

Sementara itu, OECD melaporkan adanya penurunan performa membaca dan matematika secara tajam di banyak negara anggota OECD.

Fenomena tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan sesuatu yang bisa dibiarkan berjalan dengan pola yang sama selama puluhan tahun.

Kurikulum berubah. Teknologi berubah. Cara siswa mendapatkan informasi berubah. Bahkan sekarang sekolah harus mempersiapkan siswa menghadapi kecerdasan buatan, banjir informasi, dan berbagai tantangan baru yang sebelumnya belum pernah dihadapi.

Bagaimana dengan Indonesia?

Nah, bagian ini tentu paling menarik bagi kita.

Ketika melihat China, Finlandia, Singapura, Jepang, dan negara lainnya, pertanyaan yang kemudian muncul adalah di mana posisi Indonesia?

Hasil PISA seharusnya tidak hanya menjadi bahan untuk membandingkan negara satu dengan lainnya. Bagi Indonesia, data tersebut bisa menjadi bahan evaluasi untuk melihat bagian mana yang sudah baik dan mana yang masih perlu diperbaiki.

Sobat Pengajar tentu tahu bahwa meningkatkan kualitas pendidikan bukan hanya persoalan mengganti kurikulum atau menambah teknologi di sekolah. Guru tetap menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Kualitas pembelajaran di kelas, kemampuan guru memahami kebutuhan siswa, budaya membaca, kemampuan numerasi, pemanfaatan teknologi secara tepat, serta dukungan dari orang tua dan lingkungan semuanya memiliki peran.

Pelajaran Penting dari Finlandia dan China

Ada pelajaran menarik dari perubahan hasil PISA 2025 ini.

Finlandia menunjukkan bahwa sistem pendidikan yang pernah menjadi perhatian dunia tetap harus melakukan evaluasi dan beradaptasi. Sementara itu, performa wilayah China memperlihatkan bagaimana investasi dan fokus yang kuat terhadap kemampuan akademik dapat menghasilkan capaian yang tinggi.

Tetapi Indonesia tidak harus meniru salah satunya secara mentah. Kita bisa mengambil hal-hal yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan Indonesia.

Yang terpenting bukan sekadar mengejar posisi dalam ranking pendidikan dunia, melainkan memastikan siswa benar-benar memiliki kemampuan membaca, berhitung, berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan menggunakan teknologi secara bijak.

Jadi, Apakah Finlandia Sudah Bukan yang Terbaik?

Jawabannya tergantung pada bagaimana kita mendefinisikan “terbaik”.

Jika yang digunakan adalah hasil PISA, Finlandia memang tidak lagi berada di posisi puncak seperti reputasinya pada masa lalu. Sementara itu, wilayah China yang mengikuti PISA menunjukkan performa yang sangat kuat, khususnya dalam sains.

Namun, terlalu sederhana jika kemudian kita menyimpulkan bahwa China memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia dan Finlandia sudah gagal. PISA hanya mengukur aspek tertentu dari kemampuan siswa.

Justru berita ini memberikan pelajaran yang lebih penting bagi kita semua dunia pendidikan terus berubah dan tidak ada negara yang bisa selamanya mengandalkan keberhasilan masa lalu.

Bagi sobat pengajar, hasil PISA 2025 ini bisa menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan harus terus dievaluasi. Bukan hanya untuk mengejar angka dalam ranking dunia, tetapi untuk memastikan setiap siswa mendapatkan pembelajaran yang mampu mempersiapkan mereka menghadapi masa depan.
Baca Juga :
Menulis Untuk Mengingat dan Berbagi

Posting Komentar

© 2021 - by Pengajar Pedia pengajarpedia
Pengajar Pedia

Gabung Saluran WA