![]() |
| Download 30+ Soal dan Pembahasan Tata Busana SMK Kelas X |
Bagi sobat pengajar maupun kalian yang sedang mencari soal dan pembahasan Tata Busana SMK kelas X, artikel ini akan sangat membantu sebagai bahan belajar maupun referensi mengajar. Materi Tata Busana di kelas X SMK mencakup dasar-dasar penting seperti pengenalan alat menjahit, jenis kain, pola dasar, hingga teknik menjahit sederhana yang menjadi fondasi keterampilan siswa di bidang fashion.
Apa Itu Tata Busana di SMK Kelas X?
Tata Busana adalah salah satu kompetensi keahlian di SMK yang berfokus pada proses perencanaan, pembuatan, hingga penyajian busana. Di kelas X, siswa biasanya mulai dikenalkan dengan dasar-dasar seperti:
- Jenis dan karakteristik kain
- Alat dan mesin jahit
- Dasar-dasar pola busana
- Teknik menjahit dasar
- Keselamatan kerja di bidang busana
Pemahaman konsep ini sangat penting karena menjadi pondasi sebelum masuk ke praktik yang lebih kompleks di kelas berikutnya.
Download 30+ Soal dan Pembahasan Tata Busana SMK Kelas X
Berikut beberapa contoh latihan soal Tata Busana SMK kelas X yang bisa digunakan untuk evaluasi:
1. Seorang siswa akan membuat pola dasar badan wanita dengan ukuran lingkar badan 88 cm. Berapa ukuran yang digunakan untuk menentukan lebar muka pada pola dasar sistem So-en?
A. 1/6 lingkar badan + 2 cm
B. 1/6 lingkar badan + 1,5 cm
C. 1/6 lingkar badan + 3 cm
D. 1/5 lingkar badan + 1 cm
E. 1/5 lingkar badan + 2 cm
Jawaban: A
2. Dalam proses menjahit, Dewi ingin menyatukan dua bagian kain dengan setikan yang kuat dan rapi. Ia memilih kampuh yang sering digunakan pada pakaian anak-anak karena lebih aman dan tidak ada bagian yang terurai. Kampuh yang paling tepat digunakan adalah...
A. Kampuh terbuka
B. Kampuh balik
C. Kampuh pipih
D. Kampuh perancis
E. Kampuh sarung
Jawaban: D
3. Seorang penjahit mendapat pesanan kemeja pria dengan bahan katun tipis. Ia kesulitan menentukan teknik penyelesaian tepi kain pada bagian dalam baju agar terlihat rapi. Teknik yang paling tepat digunakan adalah...
A. Diobras menggunakan mesin obras
B. Dijahit dengan tusuk feston secara manual
C. Dilipat dua kali lalu dijahit (clean finish)
D. Diberi perekat kain (vliselin)
E. Dibakar menggunakan lilin agar tidak terurai
Jawaban: C
4. Budi diminta gurunya mengidentifikasi jenis serat kain. Ia membakar sehelai kain dan mendapati: kain terbakar cepat, beraroma seperti kertas terbakar, dan abunya halus berwarna putih keabu-abuan. Berdasarkan uji bakar tersebut, kain tersebut terbuat dari serat...
A. Wol
B. Sutra
C. Poliester
D. Katun
E. Nilon
Jawaban: D
5. Saat mengambil ukuran lingkar pinggang pelanggan, pita ukur harus diletakkan pada posisi yang benar. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai pengambilan ukuran lingkar pinggang?
A. Pita ukur diletakkan tepat pada bagian pinggang terkecil, sejajar lantai, dan tidak terlalu ketat
B. Pita ukur diletakkan 2 cm di atas bagian pinggang terkecil, sejajar lantai
C. Pita ukur diletakkan tepat pada bagian pinggang terkecil dan ditarik agak kencang
D. Pita ukur diletakkan pada bagian pinggang terkecil dengan posisi miring mengikuti tubuh
E. Pita ukur diletakkan 2 cm di bawah pinggang terkecil, sejajar lantai, tidak ketat
Jawaban: A
6. Rina sedang membuat blus dengan bahan sifon yang licin dan tipis. Ia mengalami kesulitan saat memotong karena kain bergeser. Langkah paling tepat yang harus dilakukan Rina sebelum memotong adalah...
A. Menyematkan jarum pentul di tengah pola dengan jarak rapat
B. Melapisi kain sifon dengan kertas minyak sebelum dipotong
C. Menggunakan pemberat pola dan menggunting perlahan mengikuti garis pola
D. Menyemprot kain dengan air agar tidak licin sebelum dipotong
E. Menggunakan mesin potong listrik agar hasil potongan lebih presisi
Jawaban: C
7. Dalam pembuatan celana panjang pria, bagian yang menentukan kenyamanan saat duduk adalah ukuran pesak. Ukuran pesak diperoleh dari selisih antara...
A. Tinggi duduk dikurangi setengah lingkar paha
B. Panjang celana dikurangi tinggi lutut
C. Ukuran duduk (dari pinggang ke alas duduk) ditambah kelonggaran
D. Lingkar panggul dibagi empat ditambah 2 cm
E. Tinggi panggul dikurangi setengah lingkar pinggang
Jawaban: C
8. Guru meminta siswa mengelompokkan jenis bahan pelengkap (bahan pembantu) dalam pembuatan pakaian. Di antara pilihan berikut, manakah yang termasuk bahan pelengkap (bukan bahan utama dan bukan bahan tambahan/pengisi)?
A. Kain furing (lining) dari bahan satin
B. Vliselin (interfacing) untuk mengeraskan kerah
C. Busa (padding) untuk memberikan bentuk pada bahu
D. Resleting untuk penutup pakaian
E. Kain keras untuk bagian kerah kemeja
Jawaban: D
9. Seorang desainer membuat gambar desain busana menggunakan proporsi tubuh 8 kali tinggi kepala. Jika tinggi kepala pada gambar adalah 3 cm, berapakah total panjang tubuh yang harus digambar sesuai proporsi mode tersebut?
A. 21 cm
B. 22 cm
C. 24 cm
D. 26 cm
E. 27 cm
Jawaban: C
10. Saat melakukan pressing (menyetrika) pada jahitan kampuh yang baru selesai dijahit, langkah yang benar sebelum disetrika adalah...
A. Menyetrika langsung pada bagian baik kain dengan suhu tinggi agar kampuh pipih
B. Membuka kampuh dengan tangan terlebih dahulu, lalu disetrika dari bagian buruk kain menggunakan lap lembab
C. Menyiram kain dengan air banyak lalu disetrika agar uap membantu meratakan kampuh
D. Menggunakan setrika uap langsung pada bagian baik kain tanpa alas kain
E. Membuka kampuh lalu disetrika dari bagian baik menggunakan suhu tertinggi
Jawaban: B
11. Seorang siswa sedang membuat pola dasar rok A-line. Ketika dicoba pada dress form, bagian sisi rok tampak menarik ke belakang dan tidak jatuh lurus. Penyebab paling tepat dari masalah tersebut adalah...
A. Ukuran lingkar panggul terlalu besar dari ukuran sebenarnya
B. Garis sisi rok tidak dibuat tegak lurus dari garis panggul ke bawah
C. Panjang rok bagian depan dan belakang tidak sama
D. Kampuh sisi terlalu lebar sehingga menarik bahan
E. Bahan yang digunakan terlalu tebal untuk model A-line
Jawaban: B
12. Dalam proses pembuatan kerah kemeja pria, bagian daun kerah (collar) dan kaki kerah (collar stand) harus diberi lapisan pengeras. Tujuan utama pemasangan vliselin pada bagian kerah adalah...
A. Agar kerah tidak mudah kusut saat dicuci dan disetrika
B. Agar kerah memiliki bentuk yang kokoh, tegak, dan mempertahankan siluetnya
C. Agar jahitan pada kerah tidak terlihat dari luar
D. Agar kain kerah tidak mudah robek saat dipakai sehari-hari
E. Agar warna kain pada bagian kerah tidak cepat pudar
Jawaban: B
13. Indah mendapat tugas membuat kemeja dengan bahan kotak-kotak (plaid). Saat meletakkan pola di atas kain, hal yang paling penting diperhatikan agar hasil jahitan terlihat profesional adalah...
A. Semua pola diletakkan searah serat lurus (grain line) tanpa memperhatikan motif
B. Pola diletakkan miring 45 derajat agar motif kotak terlihat diagonal dan unik
C. Motif kotak pada setiap bagian pola harus disesuaikan (matching) agar sambungan tampak menyatu
D. Bagian tengah muka pola harus tepat di tengah kotak terbesar pada kain
E. Pola diletakkan pada bagian tepi kain agar lebih hemat bahan
Jawaban: C
14. Ketika membuat busana pesta dari bahan beludru (velvet), penjahit harus memperhatikan arah bulu kain. Akibat yang terjadi jika pola diletakkan berlawanan arah bulu pada satu pakaian yang sama adalah...
A. Kain akan sulit dipotong karena bulu menghalangi gunting
B. Jahitan tidak akan kuat karena serat bulu saling berlawanan
C. Warna kain akan tampak berbeda pada setiap bagian busana karena pantulan cahaya berbeda
D. Kain beludru akan mudah robek pada bagian sambungan
E. Hasil akhir busana akan terlihat berkilau tidak merata hanya di bagian tertentu
Jawaban: C
15. Seorang penjahit menerima keluhan dari pelanggan bahwa celana yang dijahit terasa sempit di bagian paha meski ukuran lingkar pinggang dan panggul sudah benar. Bagian ukuran yang paling mungkin terlewat diambil adalah...
A. Lingkar lutut
B. Tinggi panggul
C. Lingkar paha
D. Panjang pesak depan
E. Tinggi duduk
Jawaban: C
16. Dalam desain busana, seorang desainer menggunakan warna biru tua, biru sedang, dan biru muda dalam satu busana. Kombinasi warna yang digunakan desainer tersebut termasuk dalam harmoni warna...
A. Warna komplementer
B. Warna analogus
C. Warna monokromatik
D. Warna triadik
E. Warna split-komplementer
Jawaban: C
17. Saat menjahit ritsleting jepang (invisible zipper) pada gaun malam, Sari kesulitan karena ritsleting terlihat dari luar. Kesalahan teknis yang paling mungkin dilakukan Sari adalah...
A. Menggunakan benang yang warnanya tidak senada dengan kain
B. Tidak menyetrika ritsleting terlebih dahulu sebelum dijahit agar gulungan gigi terbuka
C. Menjahit terlalu jauh dari gigi ritsleting sehingga ritsleting tidak tertutup sempurna
D. Menggunakan sepatu mesin jahit biasa, bukan sepatu ritsleting khusus invisible
E. Memasang ritsleting sebelum menjahit kampuh sisi terlebih dahulu
Jawaban: B
18. Pada proses pembuatan busana, seorang siswa memotong bahan dengan posisi serat kain miring 45 derajat terhadap garis tegak lurus. Teknik pemotongan ini disebut memotong dengan arah...
A. Serat lurus (straight grain)
B. Serat melintang (cross grain)
C. Serat serong (bias grain)
D. Serat miring satu arah (diagonal cut)
E. Serat bebas (free grain)
Jawaban: C
19. Ibu guru meminta siswa mengidentifikasi bagian-bagian mesin jahit. Salah satu siswa bingung membedakan fungsi "tension dial" dan "stitch length dial". Pernyataan yang paling tepat mengenai fungsi kedua komponen tersebut adalah...
A. Tension dial mengatur kecepatan jahit; stitch length dial mengatur kekencangan benang
B. Tension dial mengatur kekencangan benang atas; stitch length dial mengatur panjang setikan per langkah
C. Tension dial mengatur panjang setikan; stitch length dial mengatur lebar setikan zigzag
D. Keduanya berfungsi sama yaitu mengatur kerapatan jahitan dari atas dan bawah
E. Tension dial mengatur benang bawah (sekoci); stitch length dial mengatur benang atas
Jawaban: B
20. Seorang siswa membuat blus dengan lengan licin (set-in sleeve). Setelah dipasang, lengan tampak berkerut tidak merata di bagian kerung lengan. Penyebab paling tepat dan solusi yang benar adalah...
A. Ukuran kerung lengan terlalu kecil; solusinya adalah membuang kampuh kerung lengan lebih banyak
B. Kelebihan kerung lengan (ease) tidak didistribusikan secara merata; solusinya adalah merenggang setikan bantu dan meratakan kepenuhan sebelum dijahit permanen
C. Bahan terlalu kaku sehingga tidak mengikuti bentuk bahu; solusinya adalah mengganti bahan dengan yang lebih tipis
D. Jahitan kampuh bahu terlalu sempit; solusinya adalah menjahit ulang kampuh bahu lebih lebar
E. Pola lengan dibuat terlalu pendek sehingga menarik kerung; solusinya adalah menambah panjang pola lengan
Jawaban: B
21. Seorang siswa diminta membuat pola celana panjang wanita untuk pelanggan berbadan gemuk dengan perut buncit. Penyesuaian pola yang paling tepat dilakukan pada bagian depan celana adalah...
A. Menambah ukuran lingkar pinggang bagian depan dan memindahkan garis sisi ke arah luar
B. Menambah ukuran lingkar panggul bagian depan dan memperpanjang pesak depan
C. Memperbesar kupnat pinggang bagian depan agar pinggang lebih pas
D. Menambah panjang pesak depan dan mengurangi kupnat pinggang bagian depan
E. Memperpanjang garis sisi bagian depan dan memperbesar lingkar paha
Jawaban: D
22. Dalam pembuatan busana, dikenal istilah "ease" atau kelonggaran pakaian. Seorang penjahit membuat gaun pesta yang ketat (fitted). Berapa kisaran kelonggaran total pada lingkar badan yang paling tepat untuk gaun dengan siluet fitted?
A. 0 – 2 cm
B. 4 – 6 cm
C. 8 – 10 cm
D. 10 – 12 cm
E. 12 – 14 cm
Jawaban: B
23. Guru tata busana menjelaskan perbedaan antara desain struktural dan desain dekoratif pada busana. Manakah contoh yang paling tepat menggambarkan desain struktural pada busana?
A. Bordir bunga pada bagian dada kemeja
B. Renda yang dijahitkan pada tepi rok
C. Garis princess yang membentuk siluet badan
D. Aplikasi payet pada bagian kerah gaun
E. Sablon motif batik pada permukaan kain kaos
Jawaban: C
24. Ketika melakukan fitting pertama pada busana yang sedang dibuat, bagian punggung baju tampak terdapat kerutan horizontal tepat di bawah kerung leher. Kondisi ini mengindikasikan bahwa...
A. Ukuran lebar punggung terlalu besar dari ukuran sebenarnya
B. Panjang punggung pada pola terlalu pendek sehingga kain tertarik ke atas
C. Kampuh bahu terlalu sempit sehingga kain terdorong ke bawah
D. Ukuran lingkar badan terlalu kecil sehingga kain menegang di bagian punggung
E. Garis sisi terlalu tegak sehingga kain tidak mengikuti lekuk tubuh bagian belakang
Jawaban: B
25. Seorang desainer busana ingin menciptakan kesan tubuh yang lebih tinggi dan ramping pada pemakainya. Prinsip desain yang paling tepat diterapkan adalah...
A. Menggunakan motif kotak-kotak besar dengan warna kontras terang pada seluruh busana
B. Menambahkan detail horizontal seperti ban pinggang lebar berwarna mencolok
C. Menggunakan garis vertikal, warna solid gelap, dan siluet yang mengalir lurus ke bawah
D. Memilih bahan bermotif bunga besar dengan warna-warna cerah dan mencolok
E. Menggunakan potongan A-line lebar dengan warna terang di bagian bawah rok
Jawaban: C
26. Saat proses pembuatan busana, Mia menjahit dua lembar kain yang berbeda jenis, yaitu kain rajut (knit) dan kain tenun (woven). Masalah yang paling mungkin terjadi jika teknik jahit yang digunakan sama persis adalah...
A. Kain tenun akan sobek karena jarum mesin melukai anyaman seratnya
B. Kain rajut akan melar dan bergelombang karena setikan lurus tidak mengikuti kelenturan kain
C. Benang jahit akan putus karena perbedaan ketebalan kedua jenis kain
D. Hasil jahitan pada kain tenun akan terlihat lebih rapat dibanding kain rajut
E. Jarum mesin akan bengkok karena perbedaan kepadatan serat kedua kain
Jawaban: B
27. Dalam ilmu tekstil, kain dapat dibedakan berdasarkan proses pembuatannya. Kain yang dibuat dengan cara mengaitkan benang menggunakan jarum rajut sehingga membentuk jeratan-jeratan yang saling terkunci disebut...
A. Kain tenun (woven fabric)
B. Kain non-woven (felt/bukan tenunan)
C. Kain rajut (knitted fabric)
D. Kain renda (lace fabric)
E. Kain braided (kepang)
Jawaban: C
28. Seorang siswa sedang mempelajari teknik penyelesaian kelim pada rok. Ia diminta menggunakan tusuk yang tidak terlihat dari bagian luar rok namun kuat menahan kelim. Tusuk tangan yang paling tepat digunakan adalah...
A. Tusuk jelujur
B. Tusuk tikam jejak
C. Tusuk feston
D. Tusuk sum (blind stitch / tusuk sembunyi)
E. Tusuk silang
Jawaban: D
29. Pada saat memilih bahan untuk seragam sekolah yang akan dipakai sehari-hari di daerah beriklim tropis seperti Indonesia, pertimbangan utama yang paling tepat dalam memilih jenis kain adalah...
A. Memilih kain yang mengkilap dan halus agar terlihat rapi dan formal di sekolah
B. Memilih kain dengan serat sintetis murni karena lebih tahan lama dan tidak mudah kusut
C. Memilih kain berbahan serat alam atau campuran yang menyerap keringat, kuat, dan mudah dirawat
D. Memilih kain tebal agar tidak mudah sobek meski dipakai setiap hari selama bertahun-tahun
E. Memilih kain bermotif cerah agar siswa lebih semangat dan tidak terkesan membosankan
Jawaban: C
30. Seorang penjahit profesional menerima order pembuatan 50 seragam kantor dalam waktu singkat. Agar proses produksi efisien tanpa mengorbankan kualitas, sistem kerja yang paling tepat diterapkan adalah...
A. Satu penjahit mengerjakan satu baju dari awal hingga selesai secara bergantian
B. Semua penjahit mengerjakan bagian yang sama secara bersamaan lalu dikumpulkan di akhir
C. Pekerjaan dibagi per tahap (sistem bundle), setiap penjahit mengerjakan satu bagian spesifik secara berurutan
D. Proses pemotongan dilakukan terakhir setelah semua komponen selesai dijahit
E. Penjahit paling berpengalaman mengerjakan semua baju sendirian agar kualitas terjaga konsisten
Jawaban: C
Pembelajaran Tata Busana di SMK kelas X sangat penting sebagai dasar keterampilan vokasional di bidang fashion. Dengan memahami materi, mengerjakan latihan, dan memperbanyak referensi soal dan pembahasan Tata Busana SMK kelas X, diharapkan kalian dapat lebih siap menghadapi tantangan di dunia busana dan industri kreatif.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk sobat pengajar dan kalian semua yang sedang mempelajari Tata Busana SMK kelas X, terutama dalam memperdalam materi serta meningkatkan kemampuan melalui latihan soal yang terarah.

